Jawa Pos Radar Ponorogo – Jalan rusak di Kabupaten Ponorogo menjadi sorotan tajam DPRD.
Dari total panjang 916,11 kilometer jalan kabupaten, tercatat 277,03 kilometer atau 30,24 persen dalam kondisi rusak.
Kerusakan tersebar di seluruh 21 kecamatan, terutama di jalur tambang seperti di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan.
Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Anik Suharto, menyebut lambannya perbaikan jalan telah mencoreng citra pemerintah daerah.
Ia mendesak strategi baru dan anggaran yang mencukupi agar kerusakan tidak hanya ditambal sulam.
“Pemda harus memiliki strategi efektif untuk menanggulangi jalan rusak. Termasuk memberantas kendaraan tambang ODOL dan tambang liar,” tegas Anik, Senin (9/6).
Anik juga menyoroti truk over dimension over loading (ODOL) dan aktivitas penambangan liar yang memperparah kondisi jalan.
Sayangnya, belum ada langkah tegas untuk menekan aktivitas ini.
Ia mengimbau pemerintah bergerak cepat (gercep) untuk pemeliharaan rutin dan perbaikan tuntas, bukan hanya tambal sulam musiman.
Menanggapi desakan dewan, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (Kang Giri) menjelaskan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat lalu lintas harian (LHR).
Ia menolak pendekatan sporadis dan lebih memilih kebijakan berdasarkan data dan urgensi pemanfaatan jalan.
“Kami fokus memperbaiki jalan di wilayah yang tingkat pergerakan masyarakatnya tinggi terlebih dahulu,” ujar Kang Giri. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto