Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ponorogo mulai mematangkan konsep pengembangan wisata religi terintegrasi.
Dua ikon utama yang masuk dalam skema revitalisasi adalah Makam Batoro Katong dan Masjid Tegalsari.
Kepala Bappeda Litbang Ponorogo Agus Sugiarto menyebut, usulan revitalisasi sudah diajukan ke pemerintah pusat.
Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur turut meninjau lokasi makam pendiri Ponorogo tersebut.
“Rencananya akan ditambah fasilitas seperti sub terminal bus dan membran pelindung di sekitar makam. Kami juga tata ulang titik-titik yang kerap jadi area berkumpul peziarah,” ujar Ugin, sapaan akrabnya.
Selain Makam Batoro Katong, kawasan Masjid Tegalsari juga masuk dalam rencana revitalisasi.
Kedua lokasi akan dihubungkan dalam konsep wisata sejarah dan religi.
“Ini juga untuk membangun ekonomi lokal. Di sepanjang akses menuju makam dan masjid, kita harapkan tumbuh UMKM baru,” tambah Ugin.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menambahkan, penataan juga menyasar fungsi kawasan.
Pasar sapi di area Masjid Tegalsari akan dipindah ke Pasar Wage, Jetis.
Lokasi tersebut berdekatan dengan RPH-R, sehingga dinilai lebih ideal.
“Kami ingin koneksi wisata ini mendukung kenyamanan peziarah dan wisatawan. Sekaligus memberi ruang ekonomi untuk masyarakat sekitar,” jelas Kang Giri, sapaan akrabnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto