MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan anak-anak Ponorogo kini tak hanya piawai di ruang kelas, namun juga hafal ayat-ayat suci Quran.
Sejak tiga tahun terakhir, sebanyak 12.018 siswa SD dan SMP di Ponorogo berhasil diwisuda sebagai penghafal Quran.
Capaian itu merupakan hasil nyata dari penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Ponorogo Nomor 37 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Keagamaan di Jenjang
Pendidikan Dasar.
Bupati Sugiri Sancoko menyebut program ini tidak sekadar ajang formalitas. Tujuannya membentuk generasi muda yang berakhlak kuat, cinta Quran, dan santun layaknya santri.
“Anak muda yang cerdas dan pintar dengan benteng Quran akan melahirkan perkembangan luar biasa,” kata Kang Giri, sapaan bupati.
Dari total 12.018 siswa yang sudah diwisuda, 9.739 merupakan siswa SMP dan 2.279 dari jenjang SD. Proses pembelajarannya pun tidak main-main.
Siswa ditargetkan bisa membaca, memahami, serta menghafal Quran dengan metode setor hafalan langsung ke ustaz dan murojaah harian bersama teman sebaya.
Kang Giri menjelaskan bahwa tingkat hafalan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk SD, siswa diwajibkan hafal Juz 30. Sementara SMP meliputi Juz 30, Juz 1, dan Juz 2.
“Dengan mampu membaca dan menghafalkan Quran, mereka akan mampu menerapkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Program ini mendapat sambutan antusias dari sekolah-sekolah. Sebanyak 271 SD dan 84 SMP di Ponorogo telah terlibat aktif dalam pembinaan tahfidz.
Jumlah peserta pun terus meningkat tiap tahun, baik dari SD maupun SMP. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid