MADIUN, Jawa Pos Radar Ponorogo – Lulusan MAN 1 Ponorogo tak hanya dibekali keahlian praktik, tapi juga kemampuan akademik.
Sejak sebelas tahun terakhir, madrasah ini mewajibkan setiap siswa kelas akhir untuk membuat karya akhir berbentuk produk sekaligus karya tulis ilmiah sesuai jurusan masing-masing.
Mulai Multimedia, RPL, Desain Grafis, Animasi, Tata Boga, hingga Tata Busana.
Program ini dirancang sebagai sarana penguatan keterampilan sekaligus literasi ilmiah. Guru pembimbing yang sudah mendapat pelatihan dari ITS Surabaya turut mengawal proses pembuatannya.
Tidak sekadar membuat produk, siswa juga harus mampu menyusun laporan akademik dengan struktur penulisan yang tepat.
“Penekanannya bukan hanya praktik. Tapi juga cara berpikir ilmiah yang akan berguna saat kuliah maupun langsung kerja,” kata Kepala MAN 1 Ponorogo, Agung Drajatmono.
Setiap karya yang selesai dipresentasikan di hadapan guru penguji dan dosen ITS. Hasil karya siswa juga didokumentasikan sebagai referensi angkatan berikutnya.
Lewat proses itu, siswa belajar menyusun laporan sistematis, berbicara di forum resmi, serta mempertanggungjawabkan hasil karya mereka.
Melalui program kombinasi praktik dan akademik, siswa punya bekal kuat.
“Kami terus dorong siswa agar terbiasa berpikir terstruktur dan kreatif sejak dini,” imbuh Agung. (fac/kid/*)
Editor : Nur Wachid