MADIUN, Jawa Pos Radar Ponorogo – SMAN 1 Ponorogo konsisten mencetak prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Salah satu kebanggaan sekolah tersebut adalah Grup Reog Gajah Manggolo, yang kembali unjuk kreativitas di panggung Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX tahun ini.
Grup seni yang berdiri 1999 itu menjuarai FNRP pada tahun 2014, 2016, 2022, dan 2024.
Tak kalah membanggakan, pada FNRP XXX tahun ini Gajah Manggolo meraih Juara II.
Dengan catatan itu, mereka menjadi salah satu ikon seni budaya di lingkungan sekolah maupun di kalangan pegiat reog muda nasional.
Kepala SMA Negeri 1 Ponorogo Supardi menyebut persiapan dilakukan secara intensif.
Sebanyak 90 siswa masuk masa karantina selama 12 hari, sejak 13 hingga 24 Juni, untuk mematangkan koreografi dan kekompakan tim.
’’Latihan sudah dimulai sejak bulan lalu,’’ kata Supardi.
Menurutnya, FNRP bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun kecintaan siswa pada budaya lokal.
Baca Juga: Resep Batagor tanpa Ikan Anti gagal, Enak dan Cocok Dijual! Modal Hemat Untung Maksimal
Sekolah menjadikan reog tidak hanya sebatas ekstrakurikuler, melainkan reog merupakan bagian dari karakter dan identitas peserta didik.
‘’Lewat Gajah Manggolo, kami ingin menanamkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal sekaligus membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan leluhur,’’ ucapnya. (fac/kid/*)