Jawa Pos Radar Madiun – SMAN 3 Ponorogo tengah melesat menuju panggung pendidikan internasional.
Di bawah kepemimpinan Dr. Sasmito Pribadi, M.Pd, sekolah ini menjelma sebagai satuan pendidikan visioner yang menjadikan partisipasi dan keteladanan sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas.
Sejak menjabat 2021, Sasmito tidak hanya mengelola sekolah dari balik meja.
Dia terlibat langsung dalam setiap langkah transformasi, menyatukan semua elemen sekolah dengan pendekatan kolektif.
‘’Kepemimpinan bukan sekadar memerintah, tetapi memberi contoh dan terjun langsung,’’ ujar Sasmito, Kepala SMAN 3 Ponorogo.
Dia menjadikan falsafah Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, sebagai napas kepemimpinannya.
Menurutnya, sekolah unggul harus memiliki karakter kuat yang membedakannya dari yang lain.
Maka, strategi pengembangan pun ia susun secara bertahap dan berkelanjutan.
Pada tahun pertama, Sasmito memfokuskan SMAN 3 pada penguatan budaya karya ilmiah.
Tahun kedua, sekolah meluncurkan kelas internasional berbasis kurikulum Cambridge.
Tahun ketiga, berhasil menembus forum-forum pendidikan internasional.
Kini, di tahun keempat kepemimpinannya, SMAN 3 resmi bergabung dalam komunitas ilmiah global.
‘’Ini bukan sekadar pencapaian simbolik, tapi peluang besar untuk membawa siswa kami menjadi lulusan yang kompeten di tingkat internasional,’’ tegasnya.
Tak hanya sekolah yang berprestasi. Sasmito pun dikenal sebagai kepala sekolah penuh prestasi.
Dia tercatat masuk lima besar Kepala Sekolah Inovatif Jawa Timur tahun 2024—bukti nyata konsistensi dan inovasi dalam memimpin.
‘’Semua ini hasil dari kerja tim dan komunikasi yang kami bangun dari lingkup lokal hingga global,’’ pungkasnya. (fac/kid/*)
Editor : Mizan Ahsani