Jawa Pos Radar Ponorogo - Jalan Baru (Jalan Suromenggolo) berubah jadi pasar kaget tiap Minggu pagi.
Kondisi itu terjadi usai pemindahan car free day (CFD) ke Jalan HOS Cokroaminoto.
Akibatnya, lalu lintas menjadi padat dan semrawut karena aktivitas jual beli meningkat.
Ketua Paguyuban Pedagang Jalan Baru Joko Dwi menyebut pihaknya telah mengusulkan penutupan jalan setiap Minggu pagi ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum).
Penutupan diminta diberlakukan pukul 06.00–09.00, serupa jadwal CFD sebelumnya.
“Sekalian kami bentuk Pasar Minggu. Sebagai kompensasi, pedagang akan membayar retribusi Rp 5–10 ribu tiap pekan,” jelas Joko.
Ia mengakui kondisi saat ini tidak tertata. Jalan terkesan kotor dan macet pasca aktivitas jual beli.
Iuran yang dikumpulkan nantinya digunakan untuk biaya kebersihan dan pengelolaan kawasan.
“Penutupan hanya berlaku Minggu pagi, bukan setiap hari,” imbuhnya.
Usulan tersebut sudah diterima Disperdakum Ponorogo.
Kepala Disperdakum Ringga Dwi Heri Irawan menyatakan akan mengkaji lebih lanjut bersama Dishub, Satpol PP, Damkar, dan DLH.
“Intinya, paguyuban ingin ikut menata Jalan Baru agar tidak semrawut saat Minggu pagi,” ujarnya.
Terkait retribusi, Ringga menilai potensi itu bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Selain itu, dana tersebut bisa dikembalikan ke warga melalui peningkatan fasilitas.
“Kami terbuka dengan usulan ini. Soal pelaksanaannya, akan segera diuji coba,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto