Jawa Pos Radar Ponorogo – Serangan hama wereng di Ponorogo semakin meluas.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) mencatat 112,42 hektare lahan padi terdampak.
Jumlah itu melonjak drastis dibanding pekan lalu yang hanya 30 hektare.
Kepala Dispertahankan Ponorogo, Supriyanto, menyebut sebaran serangan terjadi di 45 desa pada 12 kecamatan.
Wilayah barat, utara, dan kawasan seputaran kota paling terdampak. ‘’Ada yang rusak ringan, sedang, berat, bahkan 4,15 hektare sudah puso,’’ ujarnya, kemarin (15/7).
Menurut Supri, penanganan hama wereng harus dilakukan secara serempak.
Meski mudah dibasmi dengan pestisida, wereng kerap bersembunyi di pangkal batang padi sehingga luput dari semprotan.
‘’Umur hidup wereng pendek, sekitar 30 hari, tapi satu ekor bisa bertelur hingga 900,’’ ungkapnya.
Pihaknya juga mengidentifikasi potensi serangan lanjutan.
Tercatat sekitar 800 hektare lahan lain masuk zona terancam.
Langkah antisipatif dilakukan dengan penyemprotan massal.
‘’Kami koordinasi dengan kelompok tani untuk pengendalian bersama agar tidak menyebar ke area lain,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto