Jawa Pos Radar Ponorogo – Penanganan hama wereng di Ponorogo kini memasuki fase darurat.
Bupati Sugiri Sancoko menggelar rapat koordinasi mendesak bersama kepala desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, kemarin (15/7).
Rapat turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) yang langsung menginstruksikan penyemprotan pestisida massal.
Kang Giri, sapaan akrab bupati, menyebut serangan wereng batang coklat (WBC) sebenarnya telah terdeteksi sejak sebulan lalu.
Namun, upaya awal penanggulangan kalah cepat dengan laju penyebaran hama.
‘’Saat masuk laporan pertama, baru beberapa hektare. Tapi sekarang sudah ratusan hektare,’’ ungkapnya.
Sebagai respons cepat, pemkab menggelontorkan 320 liter pestisida untuk penyemprotan massal selama tiga hari ke depan.
Langkah ini ditargetkan menjangkau setidaknya 200 hektare lahan terdampak.
‘’Gerakan pestisida ini darurat, wereng sudah mengancam ketahanan pangan daerah,’’ tegas Kang Giri.
Sementara itu, Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Serealia Kementan, Gandhi Purnama, memastikan status darurat di Ponorogo.
Berdasarkan laporan Dispertahankan, tanaman padi berusia 50 hari menjadi sasaran utama wereng.
‘’Tidak ada lagi tawar-menawar, penyemprotan massal wajib dilakukan,’’ katanya.
Gandhi menambahkan, wabah wereng tidak hanya menjangkiti Ponorogo.
Beberapa titik di Jawa Timur juga mengalami hal serupa, dipicu cuaca kemarau basah yang mendukung perkembangan hama.
‘’Refugia, pestisida alami, atau musuh alami tidak lagi efektif. Populasi wereng di Ponorogo sudah terlanjur tinggi, butuh tindakan cepat,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto