Jawa Pos Radar Ponorogo – Gerakan penyemprotan pestisida massal dilakukan serentak di 45 desa di Ponorogo, kemarin (16/7).
Langkah ini digagas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) untuk mengantisipasi meluasnya wabah wereng yang kini berstatus darurat.
Kepala Dipertahankan Ponorogo Suprianto menyebut penyemprotan digelar selama tiga hari, 16–18 Juli, melibatkan petani dan penyuluh lapangan.
Total 320 liter pestisida digelontorkan. “Kami arahkan penyemprotan dilakukan di daerah rawan dan lahan yang sudah terserang,” ujarnya.
Penyemprotan dilaksanakan di 12 kecamatan.
Termasuk di Kelurahan Bangunsari, tempat Arif Nurcholis bersama 43 petani lain mengikuti instruksi penyemprotan sejak pukul 06.00.
“Kalau siang sudah angin kencang. Harus pagi supaya maksimal,” ucap Arif.
Dari 16 hektare lahan di Bangunsari, empat hektare terdampak serangan wereng, satu hektare di antaranya puso.
“Akhirnya disepakati seluruh lahan, baik yang terserang maupun belum, tetap disemprot,” tambahnya.
Editor : Hengky Ristanto