Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

PMI Asal Ponorogo Tewas Tertimpa Bangunan di Jepang, Keluarga Tolak Kremasi, Minta Jenazah Dipulangkan

Sugeng Dwi N. • Jumat, 18 Juli 2025 | 03:20 WIB
Siman menunjukan foto cucunya, Sakti Ramadhani yang meninggal dunia di Jepang usai terlibat kecelakaan kerja. FOTO: SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO
Siman menunjukan foto cucunya, Sakti Ramadhani yang meninggal dunia di Jepang usai terlibat kecelakaan kerja. FOTO: SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Duka mendalam menyelimuti keluarga Sakti Ramadhani, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Sakti meninggal dunia dalam kecelakaan kerja tragis di Jepang pada Selasa (15/7) pukul 13.30 waktu setempat.

Pemuda 23 tahun itu tewas tertimpa reruntuhan bangunan saat tengah membongkar konstruksi dua lantai di Kota Kurume, Prefektur Fukuoka.

Dalam insiden nahas tersebut, satu pekerja asal Jepang, Yoshinori Yoshitani (41), juga dilaporkan meninggal dunia.

Kabar duka itu langsung diterima keluarga di Indonesia hanya berselang 30 menit setelah kejadian.

“Kami syok, katanya karena kecelakaan kerja tertimpa bangunan ambruk,” ujar Siman, sang kakek, dengan suara terbata-bata saat menunjukkan foto cucunya, Kamis (17/7).

Sakti berangkat ke Jepang dua tahun lalu melalui program kerja konstruksi dengan masa kontrak tiga tahun.

Ia adalah anak semata wayang dari pasangan Lestariono dan Susanti. Seharusnya, Sakti pulang tahun depan.

“Tidak ada firasat. Tapi anak satu-satunya kecelakaan di negeri orang rasanya berat. Terakhir telepon minggu lalu,” kenang Siman.

Pihak perusahaan tempat Sakti bekerja sempat menawarkan dua opsi kepada keluarga.

Yakni, jenazah dikremasi atau dibalsem dan dimakamkan di Jepang.

Namun, keluarga menolak keduanya dan meminta jenazah dipulangkan ke kampung halaman.

“Dari perusahaan menawarkan opsi kremasi atau dibalsem di sana. Keluarga minta jenazah dikirim pulang,” kata Gunarto, Kepala Dusun Jalakan, Desa Wotan.

Gunarto menambahkan, proses administratif sedang berjalan dan diperkirakan jenazah tiba di Indonesia dalam waktu lima hingga tujuh hari ke depan.

“Keluarga di Ponorogo tetap menunggu dengan sabar,” pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#tragedi pekerja migran #pekerja migran indonesia #kecelakaan kerja Jepang #jenazah dipulangkan #Sakti Ramadhani #desa wotan #PMI Ponorogo #ponorogo