Jawa Pos Radar Ponorogo – Jenazah Sakti Ramadhani Saputro, pekerja magang asal Desa Wotan, Kecamatan Pulung, dijadwalkan tiba di Tanah Air Rabu pekan depan (23/7).
Pemuda 20 tahun itu menjadi korban kecelakaan kerja di Kurume, Prefektur Fukuoka, Jepang.
Kabid Pemberdayaan TKI dan Transmigrasi Disnaker Ponorogo Muhrodi menjelaskan, jenazah akan transit sehari di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebelum diberangkatkan ke Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, keesokan harinya.
“Pemulasaraan dilakukan di Jogja, lalu dibawa ke rumah duka. Diperkirakan tiba pukul 20.00,” ujarnya.
Perusahaan tempat korban bekerja bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Pihak lembaga penyalur kerja (LPK) tengah memproses pencairan asuransi dari perusahaan di Jepang untuk ahli waris.
Korban tercatat sebagai pekerja magang dengan visa technical intern training (TIT), sehingga tidak tercakup dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Statusnya berbeda dengan pekerja migran reguler,” terang Muhrodi.
Insiden yang menewaskan Sakti juga merenggut nyawa warga Jepang bernama Yoshinori Yoshitani, 41.
Ledakan pipa gas di sebuah bangunan tua diduga menjadi penyebab robohnya gedung tempat korban bekerja.
Pihak Disnaker belum menerima laporan rinci terkait pemicu pasti ledakan tersebut.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemkab berupaya memberikan pendampingan bagi keluarga,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto