Jawa Pos Radar Ponorogo – Operasi Patuh Semeru 2025 telah berlangsung sepekan di Ponorogo.
Hasilnya, ribuan pengendara terjaring razia. Ironisnya, mayoritas pelanggar adalah pelajar.
Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Bayu Pratama Sudirno mengungkapkan, dari total 2.047 pelanggar, sebanyak 1.135 di antaranya merupakan pelajar.
“Paling banyak pelanggar dari kalangan pengendara di bawah umur. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan kesadaran berlalu lintas,” ujarnya, Selasa (22/7).
Jenis pelanggaran terbanyak adalah pengendara di bawah umur (1.036 kasus), tidak memakai helm (604), dan melawan arus (69).
Serta pelanggaran lainnya seperti berboncengan lebih dari satu dan pengemudi mobil tanpa sabuk pengaman (338 kasus).
Meski fokus pada penegakan hukum, polisi juga aktif melakukan edukasi kepada pengendara, khususnya pelajar.
Operasi yang berlangsung hingga 21 Juli itu melibatkan gabungan Satlantas dan Propam Polres Ponorogo.
Bayu menegaskan, tidak ada praktik penyimpangan di lapangan.
“Propam kami siagakan langsung untuk mencegah pungli. Ini sesuai instruksi pimpinan agar penindakan diawasi ketat,” tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto