Jawa Pos Radar Ponorogo – Ribuan pelanggaran lalu lintas tercatat selama Operasi Patuh Semeru 2025.
Satlantas Polres Ponorogo mencatat 8.924 pelanggaran selama dua pekan razia yang digelar 14–27 Juli lalu.
Sebanyak 3.484 pelanggaran dikenai tilang, sementara sisanya 5.418 hanya mendapat teguran.
‘’Dari jumlah yang ditilang, 54 persen pelajar,’’ ungkap Kasatlantas AKP Bayu Pratama Sudirno, Rabu (30/7).
Total ada 1.891 pelajar terjaring razia.
Mayoritas tidak memiliki SIM, berboncengan tanpa helm, atau melanggar aturan keselamatan lain.
‘’Yang depan pakai helm, yang belakang tidak. Ini masih sering terjadi,’’ ujar Bayu.
Selain pelajar, pelanggar lain didominasi karyawan.
Pelanggaran terbanyak meliputi tidak punya SIM, kendaraan tidak lengkap, spion dilepas, melawan arus, hingga pembonceng tidak memakai helm. Semua ditindak tanpa toleransi.
Bayu menyebut setengah dari pelaksanaan operasi berfokus pada penegakan hukum.
Setiap pelanggaran kasat mata langsung ditilang.
‘’Tidak ada negosiasi. Ini demi keselamatan,’’ tegasnya.
Pihaknya juga melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dan bekerja sama dengan Dindik untuk mendorong pelajar tertib lalin.
‘’Pelajar yang sudah cukup umur kami dorong segera urus SIM,’’ imbuhnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto