Jawa Pos Radar Ponorogo – Tangis haru mewarnai hari pertama masuk Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo, kemarin (1/8).
Ratusan wali murid melepas anak-anak mereka yang resmi tinggal di asrama.
Mereka bakal dibatasi bertemu keluarga.
Salah satunya dirasakan Elis Setiyawati saat mengantar adiknya, Niko Ardiansyah, siswa kelas 1 SMA.
“Terharu sekaligus sedih. Lulus SMP sempat bingung mau sekolah karena biaya. Alhamdulillah bisa sekolah di sini,” ucap Elis, warga Desa Tugurejo, Slahung.
Ia berharap SR bisa membentuk karakter Niko jadi pribadi mandiri, cerdas, dan religius.
Harapan serupa juga muncul dari siswa kelas 1 SD, Muhammad Ramdhani.
“Senang sekolah di sini. Banyak teman, berani walau jauh dari orang tua,” tuturnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Ponorogo Bambang Suhendro menyebut, SR menjadi solusi bagi siswa yang terkendala biaya.
Lembaga ini diibaratkan kawah candradimuka yang membentuk siswa secara utuh, baik akademik, sosial, agama, maupun keterampilan.
“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah karena tidak mampu. SR adalah jawabannya,” tegas Bambang. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto