Jawa Pos Radar Ponorogo – Praktik prostitusi berkedok warung remang-remang (warem) di Pasar Janti resmi berakhir.
Pemdes Ngrupit, Jenangan, merobohkan 16 kios menggunakan alat berat, Selasa (26/8).
Kepala Desa Ngrupit Suherwan menyebut, pembongkaran merupakan hasil musyawarah warga, pedagang, dan pemerintah desa.
Pasar yang semula untuk jual beli bahan pokok berubah fungsi jadi tempat prostitusi sejak era 90-an.
‘’Malu desa kami dicap tempat lokalisasi. Semua warung kami bongkar,’’ tegasnya.
Bahkan, hasil pemeriksaan Dinkes dari 40 perempuan yang terjaring, lima di antaranya terindikasi penyakit menular.
Seiring penertiban, pemdes berencana merevitalisasi kawasan Pasar Janti menjadi rest area dengan lapak modern.
‘’Kami ingin kawasan ini kembali bermanfaat dan bisa dikontrol,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto