Jawa Pos Radar Ponorogo – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung kembali dihidupkan setelah empat tahun vakum tanpa aktivitas usaha.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berdiri sejak 2020 itu kini bangkit dengan “jubah baru” dan fokus di berbagai sektor strategis, bukan lagi di bidang pertambangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan Pemkab tengah membuka lowongan direktur dan dewan pengawas (dewas) untuk memperkuat manajemen Perumda Sari Gunung.
’’Pendaftaran dibuka untuk umum mulai 1–7 September. Tidak hanya warga Ponorogo, pendaftar dari luar daerah juga diperbolehkan melamar,’’ terang Agus Pram, Rabu (3/9).
Ia menjelaskan, persyaratan administrasi cukup ketat.
Calon direktur minimal lulusan sarjana dengan usia maksimal 55 tahun, sedangkan untuk dewas maksimal 60 tahun.
’’Pensiunan tidak boleh mendaftar,’’ tegasnya.
Selain itu, pelamar wajib memiliki pengalaman manajerial minimal lima tahun, baik di perusahaan maupun di bidang pekerjaan lain.
Menurut Agus Pram, standar tinggi itu diberlakukan agar Perumda Sari Gunung benar-benar dikelola oleh orang-orang berkualitas.
’’Karena ini sistem seleksi, kami harapkan yang terpilih nanti memang berkualitas sebagai direktur dan dewan pengawas,’’ jelasnya.
Ke depan, Perumda Sari Gunung tidak hanya bergerak di pertambangan.
Pemkab menyiapkan bidang usaha di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga perdagangan.
’’Tahap awal kami fokus pada SDM (sumber daya manusia). Belum dulu target PAD, tapi kami harapkan Perumda Sari Gunung bisa menjadi badan usaha yang kuat,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto