Jawa Pos Radar Ponorogo – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung bersiap lahir kembali setelah sempat dibekukan sejak 2020.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan, calon direktur maupun dewan pengawas (dewas) akan diseleksi dengan standar tinggi agar tidak terulang mati suri.
Kang Giri, sapaan akrabnya, menyebut sosok pionir yang memimpin Sari Gunung harus cakap, jujur, dan berintegritas.
Bukan hanya sekadar menghidupkan perusahaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan asli daerah (PAD).
“Karena ini awal, sebagai yang lahir kembali, sang pionir haruslah cakap, jujur, berintegritas, dan yang terpenting harus mampu,” tegasnya, Senin (8/9).
Berbeda dengan sebelumnya, Sari Gunung tak lagi hanya fokus pada tambang.
Ada tujuh core business yang akan digarap: pertanian, kehutanan, perikanan, pengolahan industri, real estate, hingga sektor kesenian.
“Bukan kami anti tambang, tapi kami lebih cinta lingkungan. Siapa yang bertanggung jawab nanti 20 tahun ke depan kalau lingkungan rusak dikeruk pasir dan gampingnya,” jelas Kang Giri.
Ia memastikan pemkab akan memberikan ruang gerak penuh bagi pimpinan baru untuk menggerakkan roda bisnis.
Pada tahap awal, belum ada target PAD yang dipatok.
Namun, seiring berjalannya waktu, keuntungan yang diperoleh diharapkan mampu menjadi dividen dan mendorong peningkatan PAD Ponorogo.
“Ini tentu keren, bisa berikan support ke pemda. Ada simbiosis mutualisme antara BUMD, pemda untuk pelayanan publik, ekonomi, dan tentu keuntungan bagi daerah,” ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto