Jawa Pos Radar Ponorogo – Seleksi uji kelayakan dan kepatutan (UKK) untuk calon pemimpin Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung memasuki tahap penting.
Delapan peserta, terdiri dari tiga pejabat eselon II dan lima profesional, menjalani psikotes dan analisis kasus di Ruang Bantarangin, Kantor Bupati Ponorogo, kemarin (12/9).
Tiga pejabat yang bersaing memperebutkan kursi dewan pengawas (dewas) adalah Kepala Disbudparpora Slamet Sarwo Edi, Kepala Disperdakum Ringga Dwi Heri Irawan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Bambang Suhendro.
Sementara kursi direktur diperebutkan lima profesional: Sakti Satoto Utomo, Junjung Dwiya Cita Ningrum, Kokoh Prio Utomo, Henry Setyawan, dan Mudrikah Hanik.
Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Ponorogo Rizky Wahyu Nugroho menyebut seluruh peserta hadir mengikuti UKK.
“Psikotes digelar pukul 08.00–11.00, dilanjutkan case analysis pukul 13.00–15.00 dengan melibatkan LP3T Fakultas Psikologi Unair sebagai penguji,” terangnya.
UKK dilaksanakan selama dua hari. Hari ini (13/9) peserta akan memaparkan program kerja di hadapan tim penguji sebelum masuk tahap wawancara.
“Tidak ada sistem gugur. Peserta akan mendapatkan skor yang jadi bahan pertimbangan pansel sebelum wawancara,” tambah Rizky.
Sesuai regulasi, posisi dewas wajib diisi pejabat aktif Pemkab Ponorogo untuk mempermudah pengawasan dan koordinasi birokrasi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto