Jawa Pos Radar Ponorogo – Problem gunungan sampah TPA Mrican direspons cepat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Minggu (14/9), Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLHK Agus Rusly meninjau langsung lokasi TPA.
Agus menyebut sistem open dumping di TPA Mrican harus segera dihentikan.
KLHK mendorong penerapan sanitary landfill sesuai target nasional Perpres 12/2025.
“Kami mendorong Ponorogo mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah. Ini tantangan besar yang butuh aksi nyata dari pemda dan dukungan masyarakat,” tegasnya.
Plt Kepala DLH Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengatakan relokasi TPA Mrican bakal segera digeber.
Lokasi baru berada beberapa kilometer ke timur di atas lahan Perhutani seluas 9,2 hektare.
Targetnya, TPA baru beroperasi 2026 mendatang.
“Saat pindah nanti, kami berharap sudah ada perubahan perilaku pengelolaan sampah agar beban TPA tak terlalu berat,” ujarnya.
TPA Mrican beroperasi sejak 32 tahun lalu dan kini overkapasitas.
Saban hari lebih dari 70 ton sampah masuk.
Sementara ini, sampah diolah menggunakan teknologi RDF (refuse derived fuel).
“Harus lebih masif upaya pengurangan sampah agar tekanan ke TPA berkurang,” pungkas Jamus. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto