Jawa Pos Radar Ponorogo – Dwi Wahyuni, 59, warga Desa Manuk, Siman, harus dilarikan ke rumah anaknya setelah disengat tawon vespa di rumahnya Minggu (12/9).
Sengatan di tangan dan telapak kaki membuatnya kesakitan dan bengkak.
Rencana senam pagi bersama ibu-ibu di lingkungannya pun batal.
Dwi baru menyadari ada sarang tawon besar di bawah dipan kamarnya.
Puluhan tawon berukuran sebesar ibu jari itu kerap beterbangan di dalam rumah.
“Awalnya saya kira hanya ada satu-dua ekor, ternyata banyak. Saya takut kalau disengat lagi,” ujarnya.
Laporan Dwi membuat Satpol PP dan Damkar Ponorogo turun tangan.
Anggota Andi Susanto menyebut sarang tawon berdiameter hampir 30 sentimeter itu sudah menempati kamar sekitar delapan bulan.
“Kami semprot pakai bensin supaya tawon mati, baru kami ambil sarangnya,” jelas Andi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena sarang tersembunyi di bawah dipan kayu.
Petugas terpaksa membongkar tempat tidur.
Bahkan sempat diserang kawanan tawon saat proses penyemprotan.
“Lokasi sarang sempit dan berbahaya. Untung evakuasi berjalan lancar,” tambahnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto