Jawa Pos Radar Ponorogo – Proses pemakaman pasangan suami istri (pasutri) Kaseno, 65, dan Sarilah, 60, di Desa Pomahan menyisakan duka mendalam, kemarin (23/9).
Setelah polisi merampungkan otopsi, jenazah keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat di TPU setempat.
Keluarga tak menyangka nyawa kedua orang tua mereka berakhir tragis di tangan putra bungsu, Sudar.
“Saat itu mau jenguk orang tua mau kasih sembako, nggak boleh masuk sama adik (ipar) saya,” kata Pairin Edi Sucipto, suami putri sulung korban, Harti.
Pairin menceritakan, pada Senin (22/9) lalu dirinya sempat datang ke rumah orang tua mertuanya, namun dihalang-halangi Sudar.
Gelagat aneh itu menimbulkan kecurigaan. Sekitar pukul 14.00, kabar mengejutkan datang: mertuanya ditemukan meninggal.
Jasad keduanya ditemukan di tempat tidur, tertutup kain jarit dan selimut, dengan dua gelas kopi di dekatnya.
Hasil penyelidikan polisi, keduanya tewas akibat dipukul menggunakan benda tumpul.
“Memang satu bulan terakhir Sudar sakit, biasanya termenung di rumah,” ujar Pairin.
Meski menyesalkan tragedi itu, ia berharap kasus segera tuntas.
“Sebenarnya mau langsung dimakamkan, tapi menunggu semua selesai dahulu baru hari ini,” tambahnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto