Jawa Pos Radar Madiun– Tugas berat menanti Agus Sugiarto setelah resmi mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
Bupati Sugiri Sancoko memberi mandat khusus untuk menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk
Mulai dari optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga menghadapi pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD).
Ugin –sapaan akrab Agus Sugiarto– menyebut, tanggung jawab di BPPKAD bukan hal baru baginya.
Sebelumnya, dia sempat menjabat sebagai Plt Kepala BPPKAD sebelum dipercaya memimpin Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda).
’’Saya akan bekerja sebaik-baiknya untuk menyelenggarakan tata kelola fiskal dan keuangan yang baik,’’ tegas Ugin, kemarin (15/10).
Dia memastikan, penataan prioritas anggaran bakal menjadi fokus utama.
Sesuai arahan bupati, belanja wajib seperti pemenuhan hak pegawai dan pelayanan publik akan didahulukan.
Disusul skala prioritas kebutuhan lain serta optimalisasi fiskal daerah.
’’Arahan dari Pak Bupati tentu akan kami laksanakan secara penuh,’’ katanya.
Menyikapi kebijakan pemangkasan dana transfer dari pusat sebesar Rp 243 miliar pada 2026, Ugin menilai efisiensi menjadi tantangan bagi seluruh daerah.
Namun, dia optimistis Ponorogo mampu bertahan dengan pengelolaan fiskal yang kreatif dan akuntabel.
’’Kami pelajari dulu komponen TKD, termasuk potensi PAD yang bisa dioptimalkan. Prinsipnya, sesuai arahan Pak Bupati, jangan sampai membebani rakyat,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto