Jawa Pos Radar Ponorogo – Memasuki musim penghujan, BPBD Ponorogo mulai bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Petugas dikerahkan untuk memeriksa early warning system (EWS) pendeteksi banjir di sejumlah titik rawan.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun menyebut, saat ini terdapat tiga EWS aktif di Sungai Tempuran, Gendol, dan Grenteng.
Hasil pengecekan menunjukkan ketiganya mengalami penurunan daya pada accu baterai.
Meski masih berfungsi, kinerjanya tidak maksimal.
“Bukan soak, hanya melemah. Masih bisa bekerja, tapi tidak optimal,” terang Masun kemarin (23/10).
Khawatir mengganggu sistem peringatan dini, BPBD segera memperbaiki ketiga alat tersebut.
Masun menegaskan, EWS berperan penting sebagai alarm bagi warga bantaran sungai untuk segera siaga dan menyelamatkan diri saat banjir datang.
“Perawatannya harus rutin agar respons masyarakat tetap cepat,” ujarnya.
Selain perbaikan, BPBD juga akan memasang satu unit EWS baru di Sungai Kalimalang.
Lokasi itu dipilih karena menjadi pertemuan dua sungai, yakni Sungai Sungkur dan Kaligenting, yang dikenal rawan meluap.
“Setiap musim penghujan, ketinggian air di sana cepat naik. Karena itu kami tambah satu alat, jadi total nanti ada empat EWS,” papar Masun. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto