Jawa Pos Radar Ponorogo – Cuaca ekstrem mulai melanda wilayah Ponorogo dalam sepekan terakhir.
BPBD setempat mengingatkan warga agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang diprediksi meningkat seiring masuknya musim penghujan.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun menyebut, Bumi Reog resmi memasuki musim hujan pada dasarian kedua Oktober.
Hasil pemetaan menunjukkan curah hujan di atas 50 milimeter dalam dua pekan terakhir terjadi hampir di seluruh wilayah.
’’Berdasarkan rilis BMKG, mulai 25 Oktober Ponorogo masuk kriteria peringatan dini. Ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir,’’ jelasnya, Selasa (28/10).
Masun menuturkan, dampak cuaca ekstrem bisa berupa pohon tumbang, banjir di kawasan rendah, hingga longsor di daerah pegunungan.
Pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait angin kencang yang merusak fasilitas umum dan rumah warga.
’’Boleh dipangkas, tapi jangan ditebang total. Pohon tetap penting untuk menjaga resapan air,’’ ujarnya.
BPBD juga menyiagakan petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk merespons cepat laporan warga.
’’Kalau ada pohon tumbang yang menutup jalan, segera hubungi kami agar bisa kami tangani cepat,’’ imbuh Masun.
Dia mengimbau masyarakat terus memantau perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
’’Kalau hujan lebat, hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan tidak permanen. Keselamatan tetap utama,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto