Jawa Pos Radar Ponorogo – Baru hitungan hari memasuki musim hujan, delapan bencana terjadi di Kabupaten Ponorogo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, rentetan bencana itu terdiri dari lima tanah longsor dan tiga angin kencang dalam sepekan terakhir.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, longsor terjadi di empat titik yang menimpa rumah warga, masing-masing di Desa Wagir Kidul (Pulung), Wonodadi (Ngrayun), Pupus (Ngebel), dan Tempuran (Sawoo).
Sementara satu longsor di Desa/Kecamatan Sawoo merusak talud jalan.
“Tidak ada korban jiwa. Dari lima kejadian longsor, empat di antaranya menimpa rumah warga, mulai bagian teras, dapur, hingga kandang,” terang Masun, Selasa (28/10).
Salah satu longsor cukup parah terjadi di Desa Pupus, Ngebel, Senin dini hari (27/10).
Material tanah menimpa rumah milik Mitun, warga Dukuh Pupus RT 03/RW 02.
Dampaknya, dinding utama, kamar mandi, dan dapur rusak berat. Dua kepala keluarga berisi empat jiwa terpaksa mengungsi sementara waktu.
“Longsor disebabkan curah hujan tinggi dalam durasi lama. Tanah sudah jenuh air dan tidak kuat menahan beban,” jelas Masun.
Selain itu, tiga kejadian angin kencang dilaporkan di Desa Karangan dan Sambirejo (Balong), serta Desa Sempu (Ngebel).
Angin kencang merobohkan pohon dan merusak atap rumah warga.
“Di awal musim hujan ini sering terjadi hujan lebat disertai angin. Tanah yang semula kering menjadi jenuh, lalu longsor. Sedangkan angin kencang menyebabkan pohon roboh,” tambahnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto