Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemangkasan pohon ayoman di tepi jalan mulai digencarkan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang pada musim penghujan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) telah merekomendasikan sejumlah titik yang dianggap rawan.
Terutama di Jalan Raya Pulung–Ponorogo mulai perempatan Jeruksing ke timur hingga kawasan hutan kayu putih.
Kabid Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, eksekusi pemangkasan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena menjadi kewenangan mereka.
“Selain di jalur Pulung–Ponorogo, pemangkasan juga dilakukan di sepanjang Jalan Pramuka dan beberapa ruas lain,” ujarnya, Jumat (31/10).
Menurutnya, kondisi pohon dan jalan berpengaruh besar terhadap keselamatan pengguna jalan.
Selain untuk antisipasi bencana di musim penghujan, pemeliharaan rutin ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Dishub turut meninjau kondisi traffic light dan lampu penerangan jalan yang rusak.
“Ranting yang menjulur ke jalan bisa membahayakan pengendara, apalagi saat diterpa angin kencang. Begitu juga jalan berlubang tertutup air hujan yang berpotensi menjadi jebakan berbahaya,” jelas Budi.
Ia menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) juga menurunkan tim untuk menambal jalan berlubang di sejumlah titik.
Pemangkasan dan perbaikan dijadwalkan berlangsung hingga pekan depan.
Budi mengimbau masyarakat lebih waspada saat melintas di area pekerjaan.
“Patuhi rambu lalu lintas, jaga jarak aman, batasi kecepatan, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima,” pesannya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto