Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebanggaan kembali diraih Bumi Reog.
Setelah Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH), kini UNESCO resmi menobatkan Ponorogo sebagai bagian dari Unesco Creative Cities Network (UCCN) kategori Crafts and Folk Art.
Pengumuman disampaikan di Paris, Jumat (31/10), menjadikan Ponorogo satu dari dua kota di Indonesia—bersama Malang—yang meraih pengakuan dunia.
“Gelar Kota Kreatif bukan hanya penghargaan, tapi pengakuan terhadap budaya yang tumbuh dari masyarakat. Dari reog, kriya, hingga kerajinan, semua bukti bahwa budaya kita bukan masa lalu, melainkan masa depan berkelanjutan,” ujar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, kemarin (2/11).
Kang Giri—sapaan akrabnya—menyebut predikat itu hasil kerja panjang selama dua tahun terakhir.
Ponorogo dinilai memiliki ekosistem budaya reog yang kuat dan menyatu dengan ekonomi kreatif lokal.
“Reog bukan sekadar pertunjukan, tapi inspirasi yang menghidupi ribuan pelaku seni,” ujarnya.
Pemkab mencatat, ada 23.840 pelaku seni reog aktif dengan omzet sekitar Rp150 miliar per tahun.
Sementara sektor kriya dan kerajinan melibatkan 273 pelaku dengan nilai ekonomi mencapai Rp6,4 miliar.
“Dengan pengakuan ganda ini—ICH dan UCCN—Ponorogo kini punya ruang kolaborasi lebih luas dan menjadi magnet investasi budaya dunia,” pungkas Kang Giri. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto