Jawa Pos Radar Ponorogo - Iklim investasi di Ponorogo menunjukkan tren positif di tengah tantangan ekonomi.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, nilai investasi yang masuk hingga Oktober mencapai Rp216 miliar.
Nilai investasi itu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).
Plt Kepala DPMPTSP Ponorogo Etik Mudarifah mengatakan, realisasi investasi pada triwulan ketiga mencapai Rp32,88 miliar, didominasi PMDN sebesar Rp20 miliar.
“Ini sinyal positif bahwa Ponorogo semakin dilirik investor, termasuk dari luar negeri,” kata Etik, Selasa (4/11).
Rinciannya, sektor perdagangan dan reparasi menyumbang Rp4,64 miliar, industri kimia dan farmasi Rp3,82 miliar, industri makanan Rp3,49 miliar, serta perumahan, perkantoran, dan utilitas (listrik, air, dan gas) sekitar Rp2 miliar.
Sementara investasi dari PMA mencapai Rp12 miliar, meliputi sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp11 miliar; industri makanan Rp706 juta; serta jasa Rp401 juta.
“Dari keseluruhan investasi tersebut, paling tidak menyerap 473 tenaga kerja baru,” ujarnya.
Dengan realisasi mencapai 98 persen dari target Rp220 miliar, pihaknya optimistis kekurangan Rp4 miliar bisa tercapai sebelum tutup tahun.
“Dalam dua bulan ke depan target bisa tercapai karena tren investasi terus meningkat,” jelas Etik.
Etik juga mengingatkan pelaku usaha agar tertib melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala.
Bagi non-UMK tiap tiga bulan, sementara UMK tiap enam bulan sekali.
“Data ini penting agar pertumbuhan ekonomi daerah tercatat akurat,” tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto