Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Setelah Mahar Cek Rp 3 Miliar Viral, Mbah Tarman Terseret Dugaan Penipuan Baru

Sugeng Dwi N. • Kamis, 6 November 2025 | 17:06 WIB
Mbah Tarman saat menikahi Sheila Arika.
Mbah Tarman saat menikahi Sheila Arika.

Jawa Pos Radar Madiun – Sepak terjang Mbah Tarman, kakek asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang sempat viral usai menikahi Sheila Arika warga Pacitan bermahar cek Rp 3 miliar, berlanjut panjang.

Pria 74 tahun itu kini diduga terlibat dugaan penipuan berkedok bisnis jual beli cengkeh.

Klaimnya, Mbah Tarman mengaku memiliki koneksi dengan perusahaan rokok besar PT Djarum.

Paur Humas Polres Ponorogo Iptu Yayun Sriwiningrum mengatakan kasus itu mencuat setelah adanya laporan Iwan, warga Lamongan, ke Polsek Sukorejo.

Laporan itu terkait ibunya, Sunti, yang tak kunjung pulang setelah berkenalan dengan pria bernama Eko, rekan Mbah Tarman.

“Sudah sebulan tidak pulang. Berdasarkan laporan, Sunti diajak bekerja sama dengan seseorang bernama Eko yang diduga berhubungan dengan Mbah Tarman,” terang Yayun, kemarin (5/11).

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa Mbah Tarman meminta Eko mencari lima orang untuk diajak bekerja sama sebagai pengepul cengkeh.

Cengkeh itu disebut akan dipasok ke PT Djarum.

Kelimanya kemudian dikumpulkan di rumah Fatoni, warga Kecamatan Sukorejo.

Namun, janji tinggal janji. Setelah sebulan menunggu, tak ada satupun bukti kerja sama nyata.

Polisi yang mendapat laporan kemudian menggerebek rumah tersebut pada akhir Oktober lalu.

“Ada lima orang yang diduga direkrut Mbah Tarman. Mereka dijanjikan proyek besar cengkeh ke perusahaan rokok Djarum,” jelas Yayun.

Petugas menemukan kelima orang itu dalam kondisi baik dan belum mengalami kerugian materi.

“Masih sebatas janji, belum ada uang keluar. Jadi belum memenuhi unsur pidana,” tambahnya.

Kasus ini kini masih didalami aparat. Polisi menunggu laporan resmi dari pihak yang dirugikan.

Setelah dijemput keluarganya, kelima orang tersebut dipulangkan. “Asalnya dari Ponorogo, Trenggalek, Wonogiri, dan Lamongan. Kami sudah beri edukasi agar tidak mudah percaya tawaran kerja tanpa bukti,” pungkas Yayun. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#penipuan cengkeh #pt djarum #sukorejo #penipuan kerja sama #mbah tarman #lamongan #kasus viral #Polres Ponorogo #ponorogo