JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nama Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo periode 2021–2025, kini tengah menjadi sorotan publik usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/11/2025).
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut, operasi senyap ini diduga terkait kasus mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
"Benar (Bupati Ponorogo diamankan)," ujar Fitroh. Ia menambahkan bahwa penyidikan masih berjalan dan tim KPK masih berada di lapangan.
Lantas, siapa sebenarnya Sugiri Sancoko?
Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi
Sugiri Sancoko lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, pada 26 Februari 1971.
Ia merupakan anak ke-6 dari pasangan almarhum Sinto dan almarhumah Situn, yang merupakan keluarga petani.
Ia menikah dengan Susilowati pada tahun 2000 dan dikaruniai tiga anak: Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, dan Gibran Cahyaning Pangeran.
Sugiri dikenal luas dengan panggilan Kang Giri, dan sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan seorang wartawan dan pengusaha reklame.
Pendidikan
Sugiri menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Gelangkulon dan melanjutkan ke SMP Negeri Badegan, lalu ke SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo.
Ia kemudian meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Tritunggal Surabaya (2002–2006), serta menyelesaikan studi magister di Universitas Dr. Soetomo Surabaya (2012–2014).
Karier Politik
Sugiri memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Demokrat (2009–2015).
Ia sempat kalah dalam Pilbup Ponorogo 2015, namun berhasil menang dalam Pilkada 2020 bersama Lisdyarita dengan raihan 61,7% suara.
Ia dilantik sebagai bupati pada 26 Februari 2021, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-50.
Kontroversi dan Proyek Ikonik
Tahun 2022, Sugiri dilaporkan atas dugaan penggunaan ijazah palsu dari Universitas Tritunggal Surabaya.
Namun, penyelidikan dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana. Rektor universitas tersebut bahkan menegaskan bahwa Sugiri merupakan lulusan sah.
Di masa kepemimpinannya, ia menggagas pembangunan Monumen Reog setinggi 126 meter dan Museum Peradaban di Gunung Gamping, Ponorogo.
Proyek ini digadang-gadang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendorong sektor pariwisata.
Hobi dan Karya Seni
Sugiri dikenal hobi menyanyi dan bermain gitar. Ia kerap mengunggah video cover lagu di YouTube, termasuk lagu-lagu Didi Kempot, Iwan Fals, Padi, dan Chrisye.
Kini, citra dan karier politik Kang Giri berada di ujung tanduk. Publik menanti sikap tegas KPK soal status hukumnya dalam waktu 1x24 jam.
Apakah OTT ini akan jadi akhir dari kiprah politik Sugiri atau justru jadi awal dari pengusutan lebih luas dalam praktik jual beli jabatan di Pemkab Ponorogo? (*)
Editor : Nur Wachid