Jawa Pos Radar Madiun – Satu per satu pejabat yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ponorogo mulai dibawa ke Jakarta.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama enam orang lainnya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (8/11) pagi, untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Madiun, kloter pertama tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.35 WIB, terdiri atas enam orang termasuk Bupati Sugiri Sancoko.
Sementara kloter kedua menyusul sekitar pukul 09.40 WIB, membawa satu orang tambahan yang belum dirinci identitasnya.
Sekda dan Direktur RSUD Ikut Diperiksa
Dari data yang dihimpun, OTT KPK di Ponorogo tak hanya menyasar bupati.
Dua pejabat penting di lingkungan pemkab juga ikut dimintai keterangan, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono dan Direktur RSUD dr Harjono, dr Yunus Mahatma.
Keduanya menjalani pemeriksaan maraton di Mapolres Ponorogo sejak Jumat (7/11) malam hingga Sabtu dini hari, sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta.
“Sekitar jam dua dini hari, mobil-mobil pelat luar kota keluar semua dari Mapolres. Diduga membawa para pejabat yang diperiksa,” ujar seorang saksi yang enggan disebut namanya.
Dugaan Pemerasan Miliaran Rupiah
Sumber internal Pemkab Ponorogo menyebut, Sugiri diduga meminta uang miliaran rupiah kepada Direktur RSUD dr Harjono sebagai syarat perpanjangan masa jabatan.
Transaksi tersebut diduga terjadi dalam periode evaluasi jabatan direktur RSUD.
Fokus KPK saat ini adalah menelusuri aliran dana dan proses administratif yang berkaitan dengan perpanjangan jabatan itu.
Hingga Sabtu pagi, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai status hukum Bupati Sugiri maupun pejabat lain yang diamankan.
Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status para pihak yang dibawa ke Jakarta. (gen/naz)
Editor : Mizan Ahsani