Jawa Pos Radar Madiun – Kolom komentar di akun Instagram @sugirisancoko26 mendadak ramai.
Warganet Ponorogo membanjiri unggahan terbaru Bupati Sugiri Sancoko usai ia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam (7/11).
Sejak tiba di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (8/11) pagi, ia dan para pejabat masih diperiksa sampai sore.
Sementara itu di Instagram, akun Sugiri didatangi banyak warganet.
Terakhir ia mengunggah konten bertema Hari Wayang Nasional, Sugiri menulis kalimat puitis.
“Wayang, waktunya sembahyang. Bahwa di setiap lakon hidup akan selalu kembali pada Sang Sumber Terang,” tulisnya.
Namun, bukannya pujian, yang datang justru gelombang komentar bernada satire dan sindiran tajam.
Komentar Sindiran Membanjiri Postingan
Beberapa akun tampak menuliskan komentar dengan nada bercanda sekaligus menyindir kabar OTT tersebut.
Akun @beby_salsabia menulis, “Ipong mbiyen kok aman yo. Dekenge ok bertti.”
Sementara @mas_chand7 menyindir, “Rompi oren… sreeetttt.” Komentar tersebut menyindir Sugiri yang kerap menggunakan kata Preeen dan Sreeet dalam berbagai kesempatan.
Akun lain seperti @bagazsena juga menulis komentar yang jadi sorotan, “Nitip gorengan sek… mosok tenan kenak OTT KPK prenn???” yang mendapat puluhan likes.
Ada pula komentar dari @muhsusanto19 yang menulis, “Nitip sandal lk wes rame kabari preenn.”
Unggahan yang awalnya hanya ucapan peringatan Hari Wayang Nasional itu kini telah diserbu ratusan komentar, dengan nada yang beragam antara ledekan, doa, hingga ekspresi kecewa.
Diperiksa Bersama Sekda dan Direktur RSUD
Ramainya komentar netizen itu terjadi bersamaan dengan perkembangan kasus yang tengah diselidiki KPK.
Dari informasi internal, Sugiri diduga meminta uang miliaran rupiah kepada Direktur RSUD dr Harjono, dr Yunus Mahatma, sebagai imbalan perpanjangan masa jabatan.
Selain Sugiri, lembaga antirasuah juga memeriksa Sekda Ponorogo Agus Pramono.
Pejabat yang dikenal sebagai crazy rich itu memiliki harta Rp 10,6 miliar sesuai LHKPN terbaru dan bahkan lebih besar dari nilai kekayaan sang bupati.
Tercatat ada tujuh orang yang diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sejak Sabtu pagi hingga sore (8/11).
Mereka dibawa dari Ponorogo dalam dua kloter penerbangan melalui Halim Perdanakusuma.
Publik Ponorogo kini menanti kejelasan kasus ini. Sebagian berharap KPK mengusut tuntas dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo yang menyeret para pejabat puncak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani