Jawa Pos Radar Madiun - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tersandung OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada Jumat (7/11).
Sabtu (8/11) pagi, ia dan sejumlah pejabat tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan.
Bersamanya ada Sekda Agus Pramono dan Direktur RSUD dr Harjono, dr Yunus Mahatma.
Penangkapan diduga berkaitan dengan kasus suap perpanjangan masa jabatan direktur rumah sakit pelat merah tersebut.
Lantas, siapa sebenarnya Yunus Mahatma? Simak profil lengkapnya berikut.
Profil dan Perjalanan Karier dr Yunus Mahatma
Yunus Mahatma dikenal sebagai sosok dokter spesialis penyakit dalam yang berkarier panjang di dunia medis dan pelayanan publik.
Ia memimpin RSUD dr Harjono sejak 2022, hingga akhirnya turut diamankan dalam OTT KPK pada 2025 bersama Sugiri.
Pria kelahiran Blitar tahun 1964 itu menyelesaikan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 2006.
Setelah lulus, ia menjalani program wajib kerja spesialis (WKS) di RSU Aceh Besar.
Selama bertugas di Aceh, Mahatma juga terlibat dalam misi kemanusiaan dan perdamaian pascakonflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
“Lalu kembali lagi jadi dokter spesialis di RSUD dr Sayidiman,” ungkapnya dalam wawancara sebelumnya dengan Jawa Pos Radar Madiun.
Selain aktif sebagai dokter, Yunus Mahatma juga tercatat sebagai dosen.
Di antaranya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Poltekkes Surabaya Cabang Magetan.
Kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) menanjak pesat.
Ia dipercaya menjadi Ketua Komite Medis RSUD dr Sayidiman pada 2010–2013, kemudian menjabat sebagai direktur setahun berikutnya.
Kinerja dan pengalamannya di dunia kesehatan membuat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memilih Mahatma untuk memimpin RSUD dr Harjono.
Saat itu, ia mengaku terpanggil untuk memajukan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Jawa Timur bagian barat.
“Saya terpanggil memajukan rumah sakit ini sebagai rujukan di wilayah Jawa Timur bagian barat,” ujarnya kala itu.
Kini, karier panjang Yunus Mahatma berada di bawah sorotan publik setelah dirinya ikut diamankan lembaga antirasuah dalam OTT bersama dua pejabat penting Ponorogo. (naz)
Editor : Mizan Ahsani