Jawa Pos Radar Madiun – Usai penetapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), roda pemerintahan kini beralih ke Lisdyarita.
Ia resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo.
Sosok Lisdyarita bukan wajah baru di dunia politik maupun bisnis Ponorogo. Ia dikenal sebagai mantan banker dan pengusaha sukses sebelum terjun ke dunia politik.
Lahir di Jakarta, 18 Maret 1978, Lisdyarita mengawali karier profesionalnya di dunia perbankan.
Ia menjabat Head Teller Bank Mashil (1998–1999), lalu menjadi Account Officer di Bank BII/Maybank (1999–2005).
Perjalanannya berlanjut di sektor wirausaha. Ia mendirikan dan memimpin sejumlah perusahaan.
Di antaranya PT Rita Jaya BEEF (2002–2019), CV Catur Putra Perkasa (2016–2018), PT Valencia Agrindo Abad (2018–2019), serta Resto Ecco Kitchen (2016–2021).
Tak hanya di dunia usaha, Lisdyarita juga aktif dalam organisasi dan politik.
Ia pernah menjabat Ketua Partai Perindo Ponorogo (2016–2019).
Dari Perindo, Lisdyarita loncat ke DPC PDIP Ponorogo dan menjabat Wakil Ketua Bidang Ekonomi (2019–2024).
Karier politiknya semakin menanjak setelah memenangkan Pilkada Ponorogo 2020 bersama Sugiri Sancoko.
Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo periode 2021–2024.
Pada Pilkada 2024, Lisdyarita kembali mendampingi Sugiri dan berhasil meraih 300.790 suara (54,16 persen), mengalahkan pasangan Ipong Muchlissoni–Segoro Luhur Kusumo Daru.
Dengan latar belakang perbankan dan pengalaman panjang di dunia bisnis, Lisdyarita dikenal sebagai sosok yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga memiliki kepedulian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan UMKM lokal.
Di tengah sorotan publik pasca kasus OTT KPK yang menjerat Sugiri, Lisdyarita memikul tanggung jawab besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Ponorogo. (naz)
Editor : Mizan Ahsani