Jawa Pos Radar Madiun - Lingkaran praktik rasuah di Pemkab Ponorogo seakan tidak ada ujungnya.
Minggu (7/11) lalu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekda Agus Pramono ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Itu setelah mereka terjaring operasi tangkap tangan alias OTT oleh KPK pada Jumat (7/11), bersama Direktur RSUD dr Harjono dr Yunus Mahatma dan Sucipto, rekanan proyek di RSUD.
Mereka berempat ditetapkan tersangka dugaan suap pengurusan jabatan dan gratifikasi di lingkup pemkab setempat.
KPK Pertanyakan Masa Jabatan Sekda Ponorogo
Dalam konferensi pers Minggu lalu, KPK juga menyinggung kejanggalan masa jabatan Sekda Ponorogo Agus Pramono yang sudah menjabat lebih dari 12 tahun.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyebut hal tersebut menjadi salah satu fokus penyidik.
“Itu juga yang menjadi pertanyaan penyidik. Ada dugaan kami, bahwa karena yang bersangkutan ini bisa 12 tahun bertahan dua periode lebih, melewati dua bupati,” ungkap Guntur.
Lebih lanjut, Guntur mengindikasikan ada kemungkinan praktik suap timbal balik agar posisi Sekda bisa terus dipertahankan.
“Apakah menerima dari OPD (organisasi perangkat daerah) dan memberi (suap) juga untuk mempertahankan jabatannya. Nah itu kami dalami juga,” sambungnya.
Istri Sekda Dilantik Bupati sebagai Kepala Bakesbangpol
Usai terbongkarnya praktik rasuah oleh KPK, publik kini menyoroti sosok Besse Tenri Sampeang, istri dari Agus Pramono.
Besse bukanlah sosok biasa. Ia menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ponorogo. Posisi strategis itu ia duduki sejak Maret 2024.
Jabatan tersebut diperoleh Besse melalui seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang digelar pemkab. Ketua panitia seleksi (pansel) adalah Agus Pramono, suaminya sendiri.
Ia dilantik langsung oleh Bupati Sugiri Sancoko di Pendopo Agung Ponorogo, 21 Maret 2024.
Dalam seleksi tersebut, Besse mengungguli dua pesaingnya, Ranto Hariwibowo dan Sugeng Prasetyo, dengan nilai akumulatif tertinggi.
“Penilaian dilakukan secara fair oleh panitia seleksi dari berbagai unsur. Pemenang ditentukan dari nilai akumulatif tertinggi,” ujar Sugiri kala itu.
Sebelum menjabat Kepala Bakesbangpol, Besse Tenri Sampeang dikenal sebagai Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Ponorogo.
Ia merupakan pejabat senior dengan pengalaman panjang di birokrasi.
Namun, fakta bahwa pemenang seleksi adalah istri sekda Agus Pramono menimbulkan pertanyaan publik.
Terlebih setelah Agus dan Sugiri kini terseret dalam kasus dugaan jual beli jabatan dan suap proyek RSUD dr Harjono.
Pasca OTT, KPK telah melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Ponorogo pada Selasa (11/11).
Sejumlah ruangan penting seperti ruang kerja bupati dan sekda diperiksa.
Kasus ini memperlihatkan betapa kuatnya relasi kekuasaan keluarga pejabat daerah dalam struktur birokrasi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani