Jawa Pos Radar Madiun – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melanjutkan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk LPS Peduli dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Wates, Kabupaten Ponorogo, Rabu (12/11).
Kegiatan ini merupakan hari kedua dari rangkaian layanan kesehatan gratis yang dimulai di Pacitan dan akan berakhir di Madiun, dengan kuota 150 peserta di setiap daerah.
Program pemeriksaan kesehatan di Ponorogo mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Uniknya, kegiatan kali ini didominasi oleh peserta lansia berusia 65 hingga 100 tahun lebih, menjadikannya berbeda dari lokasi sebelumnya.
“Antusiasme masyarakat tinggi karena jarang ada pemeriksaan kesehatan di desa mereka,” ujar Bambang Samsul Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan LPS II, yang hadir langsung di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar peserta mengalami kolesterol dan tekanan darah tinggi, masalah kesehatan yang umum dialami kalangan lanjut usia di daerah pedesaan.
Dalam pelaksanaannya, LPS menggandeng Dompet Dhuafa, lembaga filantropi yang telah berpengalaman menjalankan program sosial di berbagai wilayah Indonesia.
Peserta tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga bingkisan makanan sehat berisi buah-buahan, susu, telur, dan obat-obatan ringan.
Kegiatan turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Wates Suyanto, Miftahul Huda dari Dompet Dhuafa, serta sejumlah relawan. Pemerintah desa pun berperan aktif menyediakan sarana dan prasarana demi kelancaran acara.
Selain fokus pada kesehatan, LPS juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan dan kepercayaan terhadap lembaga perbankan.
“Harapannya masyarakat tidak takut lagi menabung di bank, karena dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank,” tegas Bambang.
Program CSR ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga kesadaran finansial masyarakat, agar mereka lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
LPS berkomitmen melanjutkan program serupa di daerah-daerah dengan akses kesehatan yang masih terbatas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata lembaga tersebut dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat literasi keuangan nasional.
“Kami ingin hadir di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan kesehatan, sambil terus memberikan edukasi pentingnya menabung dan menjaga stabilitas keuangan,” ujar Bambang. (*)