Jawa Pos Radar Madiun - Gelombang penggeledahan yang dilakukan KPK di Ponorogo pada Kamis (13/11) ternyata berlangsung di dua titik sekaligus.
Saat satu tim penyidik masuk ke kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), tim lain bergerak menuju Jalan HOS Cokroaminoto.
Mereka menggeledah rumah dinas Sekda Ponorogo Agus Pramono.
Penggeledahan ini buntut dari OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Agus Pramono, Direktur RSUD Yunus Mahatma, Sucipto (rekanan) pada Jumat (7/11) pekan lalu.
Rumah Dinas Sekda Jadi Sasaran
Di rumah dinas sekda, penyidik terlihat memeriksa sejumlah mobil yang terparkir di halaman.
Pemeriksaan berlangsung tertutup. Petugas bergantian menelusuri bagian dalam mobil, termasuk bagasi dan ruang kabin, sebelum melanjutkan ke area rumah dinas.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui dokumen atau barang apa saja yang dibawa penyidik dari rumah dinas tersebut.
Aktivitas berlangsung paralel dengan penggeledahan DPUPKP, mengindikasikan adanya keterkaitan informasi dari dua lokasi itu.
DPUPKP Juga Digeledah
Di kantor DPUPKP, sekitar tujuh penyidik masuk membawa sejumlah koper. Mereka langsung menyisir ruangan yang diduga berkaitan dengan proyek-proyek fisik bernilai besar di Ponorogo.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai bidang mana yang menjadi fokus pemeriksaan.
DPUPKP dikenal sebagai salah satu dinas dengan alokasi anggaran paling besar.
Tak heran penyidik menaruh perhatian ekstra terhadap pengadaan dan konstruksi yang dikelola dinas tersebut.
Terlebih sebelumnya KPK telah menggeledah Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) di sekretariat daerah.
Sejak OTT Jumat lalu, KPK telah menggeledah kantor bupati Ponorogo, kantor sekda, kantor BPBJ, BKPSDM, Disbudparpora, dan kini DPUPKP serta rumah dinas Sekda.
Sebelumnya mereka juga menggeledah rumah Ely Widodo dan Indah Bekti Pratiwi. Total sudah sembilan lokasi.
Rangkaian penggeledahan ini memperlihatkan bahwa penyidikan tidak hanya berhenti pada perkara suap pengurusan jabatan dan gratifikasi direktur RSUD.
Gelagat penyidik menunjukkan upaya menelusuri dugaan rasuah lain yang saling berkaitan, termasuk Monumen Reog dan proyek lainnya.
KPK belum menyampaikan detail temuan dari dua lokasi terbaru tersebut.
Namun berdasarkan pola yang sudah terjadi sejak OTT, langkah ini hampir pasti menjadi bagian dari proses mengarah ke calon tersangka lanjutan. (gen/naz)
Editor : Mizan Ahsani