Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tim PKM UMPO Ajak Tunanetra Cerdas Kelola Uang

Dwi NR Diliana • Jumat, 14 November 2025 | 12:50 WIB
UJI COBA: Tim DPPM menguji coba E-Celengan di LKS Aisyiyah Tunanetra Ponorogo.
UJI COBA: Tim DPPM menguji coba E-Celengan di LKS Aisyiyah Tunanetra Ponorogo.

Jawa Pos Radar Madiun – Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) punya inovasi baru. Yakni E-Celengan Ramah Tunanetra, tabungan berbasis suara dan sentuhan.

Inovasi ini lahir dari program pengabdian kepada masyarakat yang bersumber dari pendanaan Kemendiktisanitek 2025. 

Melalui program ini, para dosen Ekonomi Syariah UMPO berkolaborasi dengan dosen STIKES Muhammadiyah Bojonegoro melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama LKS Aisyiyah Tunanetra Terpadu Ponorogo.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Nugraheni Fitroh Rezqi Syakarna dengan tim pengabdian Fatkhur Rohman Al-Banjari dan Septin Maisharah. Serta dibantu empat mahasiswa aktif yakni Yuyun, Desta, Salsa dan Meilia.

‘’Sasaran kegiatan adalah para penyandang disabilitas tunanetra dari tingkat SD hingga mahasiswa,’’ ujar Nugraheni.

Tim PKM UMPO menjalankan program ini sejak Oktober lalu. Mereka menggelar delapan kali pertemuan melalui kunjungan langsung dan sesi pendampingan di LKS Aisyiyah.

Materi disusun dan disampaikan tim pengabdian menggunakan metode Financial Behavior Therapy.

‘‘Metode ini menggabungkan konsep literasi keuangan, pembiasaan positif, serta praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari,‘‘ jelasnya.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Utamanya terkait literasi, perilaku, dan emosi keuangan.

Berikutnya membahas tema Mengenal Uang dan Nilainya serta Kebutuhan vs Keinginan. Melalui materi ini, peserta belajar membedakan antara kebutuhan dasar dan keinginan konsumtif.

Pada sesi Belanja Bijak, peserta diajak memahami pentingnya keputusan finansial yang rasional, sedangkan dalam materi Menabung Itu Seru, Fatkhur yang juga anggota Tim PKM UMPO memberikan analogi menabung seperti menanam pohon kecil yang tumbuh bila dirawat dengan konsisten. 

‘‘Pada pertemuan keenam, peserta belajar mengatur uang harian menggunakan sistem amplop sederhana yang dibagi menjadi tiga kategori: jajan, tabungan, dan dana darurat,‘‘ terang Fatkhur.

Selanjutnya, sesi Masa Depan Mandiri menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi melalui perencanaan keuangan yang realistis tanpa harus bergantung pada orang lain.

Kegiatan ditutup dengan post-test dan demonstrasi E-Celengan Ramah Tunanetra.

‘‘Ini adalah inovasi tabungan berbasis suara dan sentuhan untuk membantu peserta mengelola keuangan secara mandiri,‘‘ katanya.

Menurutnya, melalui pendampingan yang dilakukan tim PKM memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku finansial peserta.

‘‘Kegiatan ini memperluas wawasan dalam mengatur keuangan dan menabung dengan bijak,‘‘ ujar salah seorang peserta Widia Nirmala.

Sementara itu, peserta lainnya Sendi Candra Gautama merasa lebih mampu mengelola uang dan merencanakan keuangan masa depan secara efektif. ‘‘Semoga dengan program ini tumbuh kemandirian finansial dan literasi penyandang tunanetra,‘‘ pungkas Sendi. (*/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#dosen #Universitas Muhammadiyah Ponorogo #umpo #keuangan #tunanetra #inovasi