Jawa Pos Radar Madiun - Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur.
Sebuah tempat yang memiliki banyak sejarah, beragam tradisi, dan budaya yang kuat.
Secara administratif wilayah Ponorogo terbagi menjadi 21 kecamatan, 279 desa, dan 26 kelurahan.
Memiliki luas sekitar 1.371 kilometer persegi, dengan kombinasi berupa dataran rendah dan pegunungan.
Dengan kondisi geografis tersebut, menjadikan wilayah ini cocok untuk sektor pertanian dan pariwisata.
Nah berikut beberapa fakta menarik lainnya tentang Kabupaten Ponorogo:
1. Berjuluk Bumi Reog atau Kota Reog
Tempat ini sangat identik dengan kesenian khas yang sudah mendunia yakni Reog Ponorogo.
Reog merupakan sebuah tarian yang terdiri atas barongan harimau dan berhiaskan bulu merak.
Di belakangnya, berbaris pasukan berkuda (jathil), penari topeng pujangganong, dan para penabuh gamelan.
2. Kota Santri
Ponorogo juga dijuluki sebagai kota santri karena banyaknya jumlah pesantren dan sejarah panjangnya.
Baca Juga: Hasil Lengkap Semifinal Kumamoto Masters 2025: Tuan Rumah Loloskan 4 Wakil ke Final
Sejarah mencatat, cikal bakal pesantren di Indonesia bermula dari Pesantren Gebang Tinatar di Desa Tegalsari, Jetis, Ponorogo.
Melahirkan banyak ulama besar yang kemudian mendirikan banyak pesantren ternama di berbagai wilayah Nusantara.
3. Daerah Kantong Pekerja Migran
Ponorogo ternyata juga punya julukan lain yakni sebagai daerah penyumbang pekerja migran Indonesia (PMI) atau dulu disebut dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Hal tersebut dikarenakan Ponorogo menjadi salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran terbanyak di wilayah Jawa Timur.
Fenomena ini karena minimnya lapangan kerja lokal dan menjadi pilihan hidup turun-temurun.
4. Banyak Wisata Alam
Ponorogo juga sebagai daerah wisata karena kaya akan potensi alam, seni dan budaya.
Punya gelaran kelas nasional yakni Grebeg Suro yang manampilkan beragam acara mulai dari festival reog dan kegiatan budaya lainnya.
Selain itu juga punya wisata alam yang tak kalah terkenal, berada di kaki Gunung Wilis yakni telaga Ngebel.
Tak hanya Ngebel, juga ada banyak wisata alam lain seperti Gua Mranten, yang belakangan viral karena menyajikan view Waduk Bendo yang indah dari mulut gua.
Berkat media sosial, objek wisata baru ini langsung disambangi banyak wisatawan dari dalam dan luar daerah.
5. Kuliner Khas Sate Ponorogo
Punya beragam kuliner yang khas, namun yang paling terkenal dan menjadi ikon adalah sate Ponorogo.
Sate ini dikenal dengan daging ayamnya yang pipih, tanpa lemak, ditusuk memanjang berpadu saus kacang yang kental.
Bisa untuk oleh-oleh karena dikemas dalam besek dan awet dalam waktu dua hari.
6. Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP)
Proyek raksasa ini dirancang oleh Ar. Bramana Ajasmara Putra, IAI, bersama tim dari Pemkab Ponorogo.
Tinggi struktur utamanya 126 meter. Lebih tinggi dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali yang mencapai 121 meter.
Pembangunan MRMP dilakukan menggunakan skema kerja sama pemerintah daerah dan badan usaha (KPDBU) dengan total anggaran mencapai Rp164,7 miliar.
Monumen ini akan menjadi simbol kebanggaan warga Ponorogo sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur.
Nantinya, area seluas 29 hektare di sekitar monumen juga akan dikembangkan menjadi ruang edukasi, pameran budaya, dan wahana wisata terpadu.
Monumen Reog Ponorogo diharapkan menjadi pusat ekosistem budaya Reog, yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan pariwisata daerah.
Nah, itu tadi beberapa fakta tentang Kabupaten Ponorogo yang punya beragam kekayaan mulai dari seni, budaya, dan pariwisata. Dari pertunjukan reog yang memukau dan keindahan alam Telaga Ngebel sehingga menarik untuk menjelajahi kota ini. (dce)
Editor : Mizan Ahsani