Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BMKG Prediksi Curah Hujan Naik 30 Persen, Ponorogo Berstatus Siaga Banjir dan Longsor

Sugeng Dwi N. • Minggu, 16 November 2025 | 20:50 WIB
DPRD Ponorogo mengingatkan pentingnya mitigasi dan penguatan masyarakat tangguh bencana menghadapi potensi hujan ekstrem akhir tahun. DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO
DPRD Ponorogo mengingatkan pentingnya mitigasi dan penguatan masyarakat tangguh bencana menghadapi potensi hujan ekstrem akhir tahun. DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Potensi cuaca ekstrem akhir tahun menjadi perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peningkatan curah hujan hingga 30 persen dibanding tahun lalu.

DPRD Ponorogo mengingatkan perlunya mitigasi maksimal dan penguatan masyarakat tangguh bencana agar kejadian banjir besar akhir 2024 tidak terulang.

Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menjelaskan bahwa kondisi geografis membuat setiap wilayah memiliki karakter ancaman berbeda.

Daerah perbukitan seperti Ngrayun, Ngebel, Pudak, Pulung, dan Sawoo rawan longsor.

Sementara kawasan dataran rendah termasuk Ponorogo kota, Siman, Jenangan, Kauman, dan Sukorejo rentan banjir dan genangan.

“Karakter wilayah kita sangat beragam. Karena itu antisipasi tidak bisa disamaratakan,” ujar politisi yang akrab disapa Kang Wi itu, Minggu (16/11).

Dia menilai kawasan perkotaan membutuhkan perhatian lebih.

Selain padat, kapasitas drainase belum optimal.

DPRD mendorong percepatan rehabilitasi saluran, penataan kawasan padat, serta kewajiban sistem resapan di setiap pembangunan infrastruktur baru.

“Banjir tidak hanya disebabkan faktor teknis. Perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh,” terangnya.

Terkait kesiapsiagaan, Kang Wi memastikan BPBD telah memperbaiki peralatan dan SOP dibanding tahun sebelumnya.

Pemeriksaan perahu karet, tenda, dapur umum, hingga alat evakuasi dilakukan bersama TNI, Polri, dan relawan berbagai ormas.

Ia menekankan pentingnya simulasi berkala agar masyarakat siap secara prosedur.

“Dari sisi anggaran, DPRD sudah menyetujui dana tanggap darurat dan BTT yang dapat digunakan cepat tanpa terhambat birokrasi,” tegasnya.

Dari evaluasi tahun sebelumnya, DPRD juga menyoroti koordinasi lintas instansi yang dinilai kurang cepat saat tanggap darurat.

Karena itu, Kang Wi mendorong pembentukan pusat komando terpadu yang memastikan setiap keputusan dan tindakan di lapangan lebih responsif.

“Musim hujan adalah berkah, tapi juga ujian. Mari menjaga lingkungan dan saling mengingatkan. Dengan gotong royong, setiap hujan semoga menjadi berkah, bukan bencana,” pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#mitigasi bencana #DPRD Ponorogo #daerah rawan longsor #BPBD Ponorogo #pusat komando terpadu #curah hujan ekstrem #banjir ponorogo #cuaca ekstrem bmkg #ponorogo