Jawa Pos Radar Madiun - Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Sampung sempat menjadi kebanggaan warga Ponorogo.
Megaproyek 126 meter itu lebih tinggi dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali yang hanya 121 meter.
Bangunan itu dirancang sebagai ikon budaya sekaligus pusat ekosistem Reog Ponorogo.
Namun, proyek prestisius senilai Rp 164,7 miliar tersebut kini disorot Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rangkaian OTT terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan jajarannya membuka jalan pendalaman dugaan korupsi di sektor lain, termasuk Monumen Reog.
Ikon Baru yang Diapresiasi Tokoh Nasional
Monumen kolosal karya Ar Bramana Ajasmara Putra, IAI, ini dibangun di area seluas 29 hektare, lengkap dengan museum peradaban, ruang edukasi, zona pameran, dan kawasan wisata terpadu.
Pembangunannya dijalankan melalui skema kerja sama pemerintah daerah dan badan usaha (KPDBU).
Sejumlah tokoh nasional pernah mengunjungi proyek ini:
1. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan
Saat soft launching pada 11 Agustus, Fadli Zon menyebut MRMP sebagai monumen luar biasa yang membuktikan kecintaan Ponorogo terhadap Reog.
Ia takjub melihat pemasangan panel kepala merak seberat tiga ton di puncak struktur.
“Ini monumen luar biasa besar, tingginya 126 meter, bahkan lebih tinggi dari Garuda Wisnu Kencana,” ucap Fadli.
Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk menuntaskan pembangunan.
2. Staf Khusus Wapres Gibran Rakabuming Raka
Pada 17 Oktober, Stafsus Suwardi datang langsung ke Sampung untuk melihat progres MRMP dan berdiskusi dengan Bupati Sugiri.
Suwardi menyampaikan bahwa Wapres memberi perhatian besar pada seni dan kebudayaan Ponorogo.
Hasil kunjungan tersebut dilaporkan langsung ke Wapres, dengan harapan Gibran dapat meninjau proyek secara langsung.
Dibanggakan Banyak Pihak, tapi Tendernya Justru Disorot KPK
Saat OTT mengguncang Ponorogo, KPK mulai menyoroti struktur penganggaran dan proses pengadaan Monumen Reog.
Dokumen-dokumen terkait proyek ini ikut dibawa penyidik dalam beberapa koper besar dari kantor Disbudparpora Ponorogo dan mobil kepala dinasnya, Judha Slamet.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun menemukan fakta mengejutkan.
Kontraktor pemenang tender, yakni PT Widya Satria, pernah masuk daftar hitam Inaproc.
Perusahaan yang memenangi kontrak Rp 73,875 miliar itu juga beralamat satu kelurahan dengan rumah Sugiri Sancoko ketika masih menjadi anggota DPRD Jatim.
Tender Monumen Reog juga menunjukkan minimnya kompetisi. Dari 62 peserta terdaftar, hanya tiga penyedia yang lolos prakualifikasi.
Angka itu mengerucut menjadi hanya dua yang mengajukan penawaran akhir. Endingnya, pemenang tendernya adalah kontraktor yang pernah masuk daftar hitam di Inaproc.
Situasi ini memperkuat dugaan ada persoalan serius dalam proses pengadaan.
KPK Maraton Geledah dan Amankan Dokumen Penting
Selama empat hari berturut-turut, KPK menggeledah Disbudparpora Ponorogo, Bidang Pengadaan Barang dan Jasa, rumah dinas bupati, rumah dinas sekda Agus Pramono, dan banyak tempat lain.
Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet bahkan sempat diperiksa selama 5,5 jam.
KPK sebelumnya menegaskan OTT hanyalah pintu masuk untuk menelusuri dugaan tipikor lainnya di Ponorogo, termasuk proyek-proyek besar yang dikelola pemkab. (naz)
Editor : Mizan Ahsani