Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

GWK Butuh 28 Tahun, Monumen Reog 3 Tahun? Fakta Proyek yang Ditelisik KPK usai OTT Sugiri Sancoko

Nur Wachid • Selasa, 18 November 2025 | 12:00 WIB
Monumen Reog disebut-sebut lebih tinggi dari GWK Bali, simak perbedaan keduanya.
Monumen Reog disebut-sebut lebih tinggi dari GWK Bali, simak perbedaan keduanya.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek Monumen Reog Ponorogo terus menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan di Kantor Disbudparpora Ponorogo, rumah pejabat, hingga ruang bidang kebudayaan yang menangani proyek tersebut.

Sorotan muncul karena proyek bernilai besar ini tengah dibandingkan dengan ikon serupa di Indonesia: Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.

Pasalnya, Monumen Reog selalu diunggulkan memiliki ketinggian 126 meter, lima meter mengalahkan GWK Bali yang saat ini menjadi patung tertinggi ketiga di dunia. 

KPK ditengarai mendalami potensi adanya penyimpangan dokumen, aliran dana, maupun manajemen proyek Monumen Reog, setelah OTT yang menjerat Bupati Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, Dirut RSUD dr Harjono Yunus Mahatma, dan Sucipto (kontraktor). 

Rabu (12/11/2025), tim penyidik KPK mendatangi Kantor Disbudparpora Ponorogo. Penggeledahan berfokus pada ruang bidang kebudayaan, unit yang menangani proyek Monumen Reog.

Petugas membawa beberapa koper berisi dokumen dan barang bukti elektronik. Selain ruang kantor, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap mobil Kepala Disbudparpora, Judha Slamet Sarwo Edi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa temuan dari OTT pekan lalu membuka pintu pengembangan kasus ke sektor lain.

“Peristiwa tangkap tangan seringkali menjadi pintu masuk untuk menelusuri dugaan tipikor lainnya. Ini masih kami dalami,” ujar Budi kepada Jawa Pos Radar Madiun.

GWK Dibangun 28 Tahun, Melibatkan 120 Seniman

Mengutip laporan Jawa Pos Radar Bali, proses pembangunan GWK—ikon pariwisata Indonesia—membutuhkan waktu sangat panjang, yakni 28 tahun sejak mulai dirancang pada 1990.

Pengerjaan GWK dipimpin maestro patung Nyoman Nuarta, melibatkan 120 seniman patung dengan struktur yang amat kompleks.

Fakta Pembangunan GWK

Tinggi: 121 meter

Total anggaran: ± Rp 1,4 triliun

Durasi pembangunan: 28 tahun

Pekerja: 120 seniman patung

Desain: 24 segmen

Modul konstruksi: 754 keping

Dengan kompleksitas teknis yang rumit, GWK menjadi salah satu patung tertinggi di dunia.

Monumen Reog Ponorogo: Lebih Tinggi, Anggaran Lebih Kecil, Waktu Lebih Singkat

Berbeda jauh dengan GWK, Monumen Reog yang direncanakan berdiri di kawasan Gunung Gamping, Sampung, memiliki spesifikasi awal sebagai berikut:

Fakta Proyek Monumen Reog

Tinggi: 126 meter (lebih tinggi dari GWK)

Anggaran: Rp 73,78 miliar

Durasi pengerjaan: 3 tahun (multiyears 2022–2024)

Seniman: belum diungkap

Modul konstruksi: belum diungkap

Jika dibandingkan, muncul pertanyaan publik, bagaimana mungkin monumen dengan tinggi melebihi GWK dapat dibangun hanya dalam 3 tahun dengan biaya kurang dari 1 persen anggaran GWK?

Inilah yang kini menjadi topik hangat di Ponorogo, terlebih setelah KPK menyasar dokumen proyek tersebut. (*)

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#Disbudparpora Ponorogo #fakta #anggaran #Sugiri Sancoko #Dirut RSUD dr Harjono #Sekda Agus Pramono #gwk bali #Judha Slamet Sarwo Edi #yunus mahatma #kpk #Monumen Reog #ott