Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebakaran besar yang melanda kompleks Apartemen Distrik Tai Po, Hongkong, Rabu (26/11), membuat keluarga seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo diliputi kecemasan.
Dina Martiana, warga Desa Tajug, Siman, hingga kemarin (28/11) belum dapat dihubungi pascakejadian.
Suaminya, Bakin, mengatakan bahwa komunikasi terakhir terjadi Rabu pagi waktu Indonesia, beberapa jam sebelum insiden.
Begitu mendengar kabar kebakaran, dia langsung berusaha menghubungi istrinya.
Namun nomor telepon Dina tidak aktif.
“Keluarga sudah menghubungi teman-teman yang ada di Hongkong, tapi juga belum tahu kondisi istri saya,’’ ujarnya.
Dina bekerja sebagai perawat lansia di Hongkong selama empat tahun.
Dalam periode tersebut ia dua kali pulang kampung, terakhir tahun lalu.
“Sering komunikasi. Semoga tidak terjadi apa-apa,’’ harap Bakin.
Kabid Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Ponorogo, Muhrodhi, menyebut bahwa beredar informasi di media sosial mengenai dua PMI asal Ponorogo yang belum bisa dihubungi setelah insiden Tai Po.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KJRI. Saat ini menunggu update terkait kondisi seluruh PMI Ponorogo di Hongkong,’’ jelasnya.
Hongkong tercatat sebagai salah satu tujuan utama PMI asal Ponorogo.
Setahun terakhir, 1.391 warga Ponorogo bekerja di Hongkong, turun dari 1.767 pada 2024.
Total keberangkatan PMI Ponorogo sepanjang 2025 mencapai 3.409 orang ke berbagai negara.
Tahun sebelumnya jumlahnya 4.147 PMI.
“Kami terus memantau kondisi terkini melalui KJRI karena Hongkong dan Taiwan menjadi tujuan mayoritas PMI Ponorogo,’’ tandas Muhrodhi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto