Jawa Pos Radar Ponorogo – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Dina Martiana, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Tajug, Siman, Ponorogo.
Perempuan 36 tahun itu menjadi korban dalam kebakaran hebat yang melanda apartemen mewah Wang Fuk Court, Hongkong, Rabu (26/11).
Dina ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang kontak.
Kabar duka diterima keluarga dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong, Sabtu (29/11).
Dina yang tinggal di lantai 26 ditemukan bersama seorang PMI asal Cilacap.
Keduanya ditemukan dalam posisi meringkuk, menutupi tubuh majikan lansia yang mereka asuh.
“Informasi dari penyalurnya, kakak saya meninggal saat melindungi majikannya dengan menutupi tubuh pakai badannya bersama teman PMI lain,’’ ungkap Riko Andi, adik korban.
Diduga, Dina dan rekannya meninggal karena kehabisan oksigen setelah terjebak di lantai atas.
Api membakar lantai 1–7 apartemen, membuat mereka tak bisa menyelamatkan diri. Saat ditemukan, tubuh para korban masih utuh.
“Majikannya sempat ditemukan selamat, tapi akhirnya meninggal di rumah sakit,’’ jelas Riko.
Dina bekerja di Hongkong selama tiga tahun terakhir.
Ia merupakan istri dari Suhodo, dikenal dengan sapaan Bakin, serta ibu dari seorang anak berusia 14 tahun.
Keluarga mengaku terpukul karena komunikasi terakhir masih terjalin baik beberapa jam sebelum insiden.
“Tidak ada firasat apa pun. Pagi hari masih komunikasi seperti biasa, tapi setelah kebakaran langsung tidak bisa dihubungi,’’ ujarnya.
Perangkat Desa Tajug, Tohirin, menyampaikan rencana pemulangan jenazah pada Rabu (3/12) dan pemakaman di TPU setempat.
Menurutnya, Dina dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik oleh warga.
“Sampai napas terakhir, Mbak Dina masih berusaha melindungi majikan lansianya. Ini membuat kami semua terharu dan kehilangan,’’ tuturnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto