Jawa Pos Radar Madiun – Buronan interpol Dewi Astutik diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN).
Perempuan asal Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, itu ditangkap di hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja Senin (1/12) lalu.
Dewi Astutik diduga menjadi otak penyelundupan sabu seberat dua ton ke Indonesia awal tahun lalu.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan, penangkapan Dewi Astutik dilakukan berdasarkan red notice Interpol dan surat DPO BNN yang diterbitkan pada 3 Oktober 2024 lalu.
Berawal dari informasi 17 November lalu, BNN mengendus keberadaan Dewi Astutik di Phnom Penh, Kamboja.
‘’Polisi Kamboja bergerak menyergap Dewi Astutik di depan hotel. Sementara tim BNN RI memastikan identitas buron terverifikasi sesuai red notice,’’ kata Komjen Suyudi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/12).
Dari hasil penyelidikan selama ini, jejaring Dewi Astutik diduga terlibat dalam pengambilan serta distribusi berbagai jenis narkoba, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, dengan sasaran negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Bahkan, Dewi Astutik juga menjadi buron Korea Selatan. Selain dirinya, nama Fredy Pratama turut diburu BNN.
Keduanya menjadi aktor utama dalam penyelundupan sabu-sabu seberat dua ton ke Indonesia.
‘’WNI yang masuk dalam jaringan narkoba internasional,’’ terangnya.
Sebelumnya, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan bahwa pihaknya telah menelusuri identitas Dewi Astutik.
Dari foto KTP yang beredar, perempuan 42 tahun itu tinggal di RT 01 RW 01, Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong.
Setelah ditelusuri, nama Dewi Astutik bukanlah nama asli, pemilik nama tersebut merupakan adiknya yang tinggal di kecamatan lain.
Sementara alamat tersebut tempat asal suami.
‘’Memang orang Ponorogo, tapi sudah lama menjadi PMI. Disinyalir sekarang ada di sekitar Kamboja,’’ terang Andin. (gen/kid)
Editor : Mizan Ahsani