Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kronologi Warga Ponorogo Jadi Buron Kelas Kakap Interpol hingga Akhirnya Ditangkap BNN

Sugeng Dwi N. • Rabu, 3 Desember 2025 | 12:11 WIB
Nama Dewi Astutik yang belakangan diketahui sebagai warga Ponorogo ditangkap BNN usai jadi buron Interpol.
Nama Dewi Astutik yang belakangan diketahui sebagai warga Ponorogo ditangkap BNN usai jadi buron Interpol.

Jawa Pos Radar Madiun – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap buronan interpol Dewi Astutik.

Perempuan asal Balong, Ponorogo, itu diduga menjadi pengendali penyelundupan dua ton sabu ke Indonesia pada awal tahun lalu.

Ia diringkus di sebuah hotel di kawasan Sihanoukville, Kamboja, pada Senin (1/12).

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan red notice Interpol dan daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan BNN pada 3 Oktober 2024.

Informasi mengenai keberadaan Dewi mulai terendus sejak 17 November.

Saat itu BNN mendapati jejaknya di Phnom Penh.

"Polisi Kamboja kemudian melakukan penyergapan di depan hotel, sementara tim BNN memastikan identitasnya sesuai red notice," ujar Suyudi saat konferensi pers, Selasa (2/12).

Kronologi Dewi Astutik Diburu Banyak Negara

1. Dewi Astutik bukanlah nama asli, melainkan nama adiknya yang tinggal di kecamatan lain

2. Alamat yang tertera dalam KTP dengan nama tersebut merupakan tempat asal suami

3. Otak penyelundupan sabu seberat dua ton ke Indonesia yang dibongkar BNN awal tahun lalu

4. Terlibat dalam pengambilan serta distribusi berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, dengan sasaran negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara

5. Menjadi buron banyak negara, termasuk Korea Selatan

6. Diringkus BNN di hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja Senin (1/12)

Menurut penyelidikan, jaringan yang dikendalikan Dewi Astutik diduga terlibat dalam pengambilan dan distribusi banyak narkotika.

Berbagai barang haram itu termasuk sabu, kokain, dan ketamin, dengan sasaran negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dewi bahkan tercatat sebagai buronan di Korea Selatan.

Selain dirinya, BNN juga memburu Fredy Pratama karena dianggap sebagai aktor utama dalam penyelundupan dua ton sabu ke Indonesia.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengungkapkan, kepolisian telah menelusuri identitas Dewi berdasarkan foto KTP yang beredar.

Nama yang tercantum ternyata bukan identitas aslinya, melainkan nama adiknya yang tinggal di kecamatan berbeda.

Sementara alamat pada KTP merupakan asal suaminya.

"Dia memang warga Ponorogo, tetapi sudah lama menjadi pekerja migran Indonesia. Diduga kuat berada di wilayah Kamboja,” jelas Andin. (gen/kid)

Editor : Mizan Ahsani
#sabu #kronologi #interpol #BNN #kamboja #Dewi astutik #Balong #narkoba #buron interpol #ponorogo #korea