Jawa Pos Radar Ponorogo – Fakta baru terungkap di balik sosok Dewi Astutik, perempuan yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kamboja dan disebut sebagai gembong narkoba buronan Interpol.
Identitas asli perempuan itu ternyata Paryatin, warga Desa Balong, Ponorogo.
Hal itu diungkap langsung oleh sang suami, Sarno, yang masih sulit menerima kenyataan tersebut.
Paryatin menikah dengan Sarno pada 2008. Pada 2013, ia pamit bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan sebagai pembantu rumah tangga.
Kepada keluarga, ia mengaku menggunakan nama Dewi Astutik—nama adik kandungnya—untuk keperluan pekerjaan.
“Pulang tidak lama. Sekitar tujuh bulan lalu pamit lagi ke Taiwan kembali ke rumah bosnya,” ujar Sarno, kemarin (3/12).
Sarno mengaku sangat terpukul ketika wajah istrinya muncul dalam rilis Interpol awal 2025.
Terlebih, sepulang dari luar negeri pada pertengahan 2023, keduanya bahkan sempat berjualan nasi keliling di Ponorogo.
“Di rumah biasa saja. Telepon sebulan sekali belum tentu. Saya tidak tahu kalau ternyata dia di Kamboja dan ikut narkoba,” ungkap bapak dua anak itu.
Sarno mengaku pasrah dengan proses hukum yang kini menjerat istrinya.
Ia menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada otoritas terkait.
“Dulu sebenarnya pernah saya larang keluar negeri lagi,” imbuhnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto