Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk korban longsor di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, resmi dimulai.
Dua rumah milik Marjuki dan Jemirin yang rusak dalam longsor pada 19 November lalu, kini mulai dibangun ulang menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Ponorogo.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun menjelaskan proses pembangunan dimulai 1 Desember dan ditargetkan tuntas pada 30 Desember mendatang.
“Untuk Pak Marjuki kami bangunkan huntap karena rusak total. Sementara Pak Jemirin mendapat huntara karena rumahnya masih bisa diperbaiki,” ungkapnya, kemarin (3/12).
Proses pembangunan mengedepankan prinsip gotong royong.
BPBD menggandeng Baznas, relawan, dan warga sekitar agar hunian dapat segera ditempati.
Masun membuka peluang bagi masyarakat yang ingin ikut membantu, tetapi harus dilakukan setelah pekerjaan utama pemerintah selesai.
“Silakan jika ingin menambah atau mengembangkan bangunan, tapi dilakukan setelah pembangunan dari BPBD tuntas dan tidak mengubah konstruksi yang kami bangun,” tegasnya.
BPBD juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki puncak musim hujan.
Daerah rawan longsor diminta rutin memantau kondisi tebing, lereng, serta retakan tanah.
“Segera laporkan ke pemerintah desa atau BPBD jika ada tanda-tanda pergeseran tanah. Reboisasi perlu kembali digalakkan,” tambah Masun. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto