Jawa Pos Radar Ponorogo – Kabar bahwa Paryatin alias Dewi Astutik menjadi gembong narkoba internasional dan buronan Interpol membuat warga Dusun Tenun, Desa Broto, Slahung, terhenyak.
Sosok yang dikenal sebagai pekerja keras dan hidup sederhana itu tak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan.
Didik Harirawan, teman sepermainan masa kecilnya, mengaku kaget ketika melihat foto Paryatin beredar luas di media sosial.
Wajah, tubuh, hingga warna rambut yang berubah membuatnya sempat ragu, namun ia yakin itu adalah tetangganya.
“Waktu lihat fotonya, saya kaget. Badannya berubah, rambut merah. Tapi iya, itu Paryatin. Kami dulu teman main,” ujar Didik.
Menurut Didik, Paryatin dan adiknya, Dewi Astutik, lahir dan besar di Broto.
Kedua kakak-beradik itu sejak muda merantau menjadi pekerja migran di luar negeri.
Ia masih mengingat jelas ketika Paryatin mengajaknya ke Alun-Alun Ponorogo saat pulang dari luar negeri ketika ia duduk di kelas 5 SD.
Karena lama bekerja di luar negeri, Paryatin jarang berada di kampung.
Dia terakhir pulang pada 2023 lalu untuk mengurus berkas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) milik orang tuanya. Selama beberapa bulan di rumah, Paryatin tampak menjalani aktivitas biasa.
“Dia dan suaminya sempat jualan nasi keliling, juga buka pemancingan di rumah kalau ada tontonan desa seperti wayangan,” kata Didik.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Broto, Erika Widi Atmoko.
Menurutnya, keluarga Paryatin dikenal biasa saja dan tidak menonjol di lingkungan. Rumah orang tuanya pun sederhana.
“Kami juga kaget. Saat pulang, dia biasa saja. Tidak ada yang mencolok,” tutur Erika. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto